Sampai naskah ini saya tulis sudah ada 1000 SMS ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri yang saya terima. Meski jumlah ini merupakan peningkatan empat kali lipat dibanding tahun lalu buat sebagaian orang bukan hal yang istimewa. Ada yang memperoleh 2000 SMS dan bahkan lebih. Karena merupakan fenomena yang menarik, saya biarkan sms ber tubi tubi saya terima dan tidak dihapus. Sekarang sudah tercatat 682 pesan dan 327 yang belum saya buka. Kalau di analisa secara content analysis terdapat amat beragam clusters pengirim. Dilihat dari SES - Sosial Economic Status, mulai dari Tarso – office boy di kantor yang sedang pulang mudik ke Purwokerto, hingga konglomerat sekelas, Edward Suryajaya yang adalah Bendahara Golkar.
Dari pegawai biasa di TVRI, mauapun TPI yang masih ingat saya, sampai ke Staf dan Karyawan Trans TV. Dari Pimpinan PAN sampai Ketua KPK - Komisi Pemberantasan Korupsi, Taufik Ruki. Mulai dari Mentri, sampai Anggauta DPR dan Wartawan berbagai media radio, cetak dan televisi. Dari Duta Besar berbagai Negara, hingga siswa dan dosen UI, maupun Universitas Sanatha Dharma Yogyakarta, tempat saya mengajar pada setiap semester ganjil. Dilihat dari isi pesan nya mulai yang menyampaikan kalimat klise “Selamat Idul fitri 1 Syawal 1427 H – Mohon Maaf Lahir Bathin“ sampai yang bermakna Islami, “Jika semua harta adalah racun, maka zakatlah penawarnya. Jika seluruh umur adalah dosa, maka taqwa dan tobat lah obatnya. Jika seluruh bulan adalah noda, maka ramadhan lah pemutihnya. Menyongsong satu syawal yang penuh fitrah dan barokah, mohon dibuka kan pintu maaf seraya memanjat kan doa, untuk keselamatan dan kebahagiaan dunia wal akhirat bagi kita semua. Amien”.
Ada yang berpantun ria “Ketupat pulut berkuah kari. Untuk hidangan Dato’ Mentri. SMS dikirim pengganti diri. Tanda ingatan Idul Fitri. Tersusun maaf sepuluh jari. Semoga yang jauh dekat dihati. Mohon maaf lahir dan batin” atau “Jika Qolbu se Putih salju, jangan biarkan ia keruh. Jika hati se terang bintang, jangan biarkan ia mendung. Jika fikiran seindah bulan, ia seia dengan Iman. Minal Aidin wal Faidzin- mohon maaf lahir bahtin”.
Dari Palangka Raya terkirim SMS: “Sungai Kahayan di Palangka Raya, biduk berlayar dihias satin. Kalau ada khilaf dan salah saya, mohon maaf lahir dan bathin”. Ada yang meng-adaptasi iklan teh botol yang terkenal: “Apapun makanannya, minumnya air putih aja….. Air putih yang bening, sebening hati insani di hari yang Fitri…… apapun kesalahannya, minal Aidin jawabannya….. Mohon maaf lahir dan bahtin”.
Ada aksen daerah yang kental. Wakil Walikota Surabaya Drs Arief Affandi mengirim SMS: “Pasar Turi anane nang Suroboyo, tuku minyak tanah entuk bonus wesi wojo. Meski Idul Fitri dina ne bedo, warga tetep bungah lan makin dewoso. Pojok kampung programme JTV (Jawa Pos TV – TV Lokal Surabaya), keliling kuto kulak Warto. Wulan poso rampung balik dadi Fitri, setiap manungso ora luput soko dosa. Mangkane Rek ! Aku sak keluarga jaluk ngapuro. Minal Aidin Walfaidzin – 1427 H".
Bos PAN Sutrisno Bachir, yang sedang mengajukan somasi ke saya gara gara penayangan “Selebriti Juga Manusia” beberapa waktu lalu, mengirim SMS. “Tatkala Takbir bergema, itulah saat kemenangan tiba. Mari tunjukan kemenangan itu dengan berbagi rasa dan berbuat nyata pada sesama. Termasuk membantu mereka yang menderita. Insya Allah bangsa kita akan berjaya. Selamat Idul Fitri 1427 H. Mohon maaf lahir dan bathin. Salam Reformasi”. Ketika saya jawab “Selamat Idul Fitri, mohon dimaafkan dan dilupakan segala kesalahan lahir bathin. Semoga persahabatan kita tetap terjaga baik”, SB menjawab: ‘persahabatan’ …. Mudah diucapkan…. Susah dilaksanakan…… apalagi demi harta, tahta atau …. karier …. Salam SB". Rupanya SB masih berang kepada saya. Hehehe.
Tora Sudiro awak Extravaganza yang kocak pada hari Jumat, 27 Oktober 2006 jam 10:37 WIB, mengirim SMS: “setelah kebingungan mau lebaran ngikut yang mana? (ikut Muhamadiyah atau Pemerintah). Akhirnya saya memutuskan untuk membuat hari leabaran sendiri hari ini…. Minal aidin - evri badi”
Paling berkesan tentu ucapan selamat lebaran dari Prof. Dr. Sardono W. Kusumo, Rektor Institut Kesenian Jakarta, yang disampaikan dalam bahasa Jawa kromo inggil: ”Rakhmad Gusti mugi kasarira rumentaking pranaja dumawahing tawang-towang. Jejer titah sawantah, kawula ngakeni katah ing dedosan. Kinanthen anteping panyuwun mugi kersa paring pangapunten; sugeng ryadi”.
Tentu tidak semua sempat terbalas, karena akan sangat melelahkan menjawab 1000 ucapan selamat lebaran yang dikirm via SMS seperti itu. Saya juga belum mahir menggunakan teknologi yang memungkinkan semua sekaligus terjawab, meski mestinya jadi kurang kreatif karena isinya semua sama. Mudah mudahan tahun depan atau paling tidak tahun baru 2007 nanti saya sudah dapat menjawab ucapan selamat tahun baru dengan menggunakan teknologi ini.
SMS – Short Message Service mulai diperkenalkan oleh telpon selular GSM tahun 1985. Di Amerika Utara, Inggris dan Filipina, pada awalnya digunakan istilah “text messaging”. Bukan SMS.
Hanya dalam kurun waktu lima tahun SMS sudah mendunia , sebagai perangkat pengiriman pesan individual yang sangat effektif dan murah.
Menurut situs www.wikipedia.com, tahun2000 diseluruh dunia disampaikan 17 milyar SMS tahun 2001 meningkat drastis 250 milyar SMS. Sampai pertengahan tahun 2004 sudah terdata 500 milyard SMS . Dengan rate card US$ 0.10 per SMS, terkumpul dana paling sedikit sejumlah US $ 50 milyar, yang dikumpulkan para provider dan perusahaan telekomunikasi diseluruh dunia.
SMS makin lama makin popular di Eropa, Asia dan Australia. Penduduk China menggunakan 18 milyar sms setiap tahun. Di Indonesia setiap pemegang HP, mulai dari HP “sejuta umat” Nokia 3310 sampai yang Eksklusif N 726. Tidak kurang dari 25 juta pengguna HP di Indonesia, kalau saja mereka mengirim SMS 5 kali sehari paling tidak sudah ada 125 juta pesan SMS yang dikirim setiap hari. Angka ini masih jauh dibawah Filipina. Negri itu mengirim rata rata 400 juta SMS sehari. Jumlah yang lebih banyak disbanding pemakaian di Negara Eropa, Amerika dan China dijadikan satu !.
Karena amat mudah meng akses HP dimanapun, SMS juga digunakan untuk berbagai kecurangan. Pada bulan Desember tahun 2002, The University of Maryland College Park meng-grounded lusinan siswa karena ketika terbukti pada waktu ujian accounting mereka menggunakan sms untuk menjawab pertanyaan dengan bantuan teman nya. Di bulan yang sama Hitotsubashi University of Japan, men-drop lusinan mahasiswa karena dipergoki cheating lewat SMS dalam ujian matematika. Di Indonesia penipuan lewat SMS terjadi dalam berbagai kesempatan, terutama kasus sasaran diberi tahu se olah olah menang undian berhadiah dan diminta mengirim nomor Rekening Banknya.
Disamping dampak mudorotnya SMS tentu banyak manfaatnya. Setelah gempa Pangandaran tanggal 17 Juli lalu, saya memperoleh puluhan kali SMS setiap hari oleh Badan Meteorolgi Dan Geofisika yang isinya laporan terjadinya gempa di berbagai tempat di tanah air. Sejak dua bulan lalu kiriman itu dihentikan entah mengapa. Mudah mudahan tidak kecolongan ketika terjadi gempa sungguhan berskala besar nanti.
Karena begitu besar kuantitas pengiriman SMS sebagai medium komunikasi antar individu, tentunya tidak dilewatkan oleh para politisi, tidak hanya sebagai perangkat polling untuk mengetahui tingkat kepercayaan para konstituen nya namun juga untuk merengguk dukungan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 28 Juni 2005, pernah menugaskan staf khusus untuk ber sms ria dengan kosntituennya lewat telpon selulernya 0811109949. Banyak yang menyimpan kiriman SMS langka dari Presidennya itu. Namun dihentikan beberapa bulan kemudian. Mungkin karena sudah tidak bisa menampung berbagai kritik, keluhan dan kemarahan dari begitu banyak orang.
Paling efektif tentu di Filipina, pengguna SMS terbanyak didunia. Tahun 2001 Joseph Estrada di impeached oleh Konggres lewat kampanye luas SMS. Tahun 2004 dalam pemilihan Presiden , Gloria Macapagal memenangkan pemilihan atas lawan politiknya, Fernando Poe Jr, lewat kampanye SMS para team suksesnya.
Yah SMS mungkin menjadi jawaban dari tekanan basic isntinct setiap manusia. Keinginan untuk melakukan silaturachmi dan komunikasi langsung secara individu. Selama empat dekade sejak televisi merebak menjadi perangkat dasar setiap rumah tangga, televisi se olah memisahkan kontak individu ini. Televisi menjadi alat penerima dan pengirim pesan bersama secara massal. Berbagai perasaan suka maupun duka secara pasif dilakukan dengan memilih program yang men service mereka. Teknologi se akan membongkar ketergantungan massal kepada media televisi selama tiga puluh tahun terakhir. Ditemukan perangkat komunikasi individual yang baru. SMS tidak heran perangkat ini merebak demikian massif hanya dalam kurun waktu lima tahun setelah ditemukan !!
Di sisi lain SMS telah menjadi perangkat berbagai ambisi dan ulah. Politik, ekonomi dan terakhir yang tak kalah istimewa: selingkuh. Seperti dinyanyikan oleh penyanyi Dangdut yang sedang “ngetop” sekarang Ria Amelia dalam lirik lagu “SMS”:
“ Bang SMS siapa ini Bang,
Bang pesannya pake sayang sayang,
Bang nampaknya dari pacar Abang.
Bang hati ini mulai tak tenang”.
Bang tolong jawab – tanya ku ke Abang,
Bang nanti HP ini kubuang…….”
Sayang amat HP nya hehehehe.
Selamat Hari Raya idul Fitri 1427 H
MinaL Aidin Wal Faidzin
Mohon Maaf lahir & Batin
Jakarta, 27 Oktober 2006.
Ishadi S.K.
Friday, February 16, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comment:
izin copas yang kromo inggil ya....matur nuwun....
Post a Comment