Hari minggu 17 Desember lalu, saya ngobrol dengan Wahyu Wijayadi Direktur Sales and Marketing Indosat, sebelum live blocking time “Undian Point++ Indosat”. Bahasan berkisar fenomena Hand Phone ditengah gelombang revolusi Informasi. Hand Phone adalah inovasi terakhir yang merubah semua paradigma tantang cara berkomunikasi individual manusia yang mungkin - jika mengikuti alur teori Toffler - bisa jadi merupakan gelombang ke empat dari peradaban manusia.[1]
Cirinya sudah terlihat. HP dimulai dikenal sejak tahun 1992. Tahun 2002 hanya dalam waktu sepuluh tahun jumlah HP diseluruh dunia mencapai satu milyar. Tahun 2005 tiga tahun setelah itu, jumlah HP mencapai dua milyar. Tahun 2007 dunia memasuki era pengguna HP 3 milyar buah. Diperlukan sepuluh tahun untuk mencapai angka satu milyar, tiga tahun untuk dua milyar dan hanya dalam satu setengah tahun menjadi tiga milyar buah. Sungguh fenomenal. Dimanapun dan oleh siapapun HP digunakan. Mulai dari Presiden, Menteri, Gubernur, CEO sampai supir dan pembantu rumah tangga.
HP digunakan secara aktif nyaris 24 jam sehari. DI Mall, di Terminal Pesawat, Stasiun Kereta Api dan Halte Busway. Di kantor dan dirumah, bahkan sampai ke toilet dan kamar mandi. Satu satu nya tempat HP dilarang digunakan adalah dalam pesawat terbang, karena akan sangat berbahaya bagi penerbangan. (di Inggris pengguna HP dalam pesawat bisa dikenakan hukuman enam bulan kurungan). Dalam sebuah sesi pertemuan ITU (International Communication Union) di Hongkong minggu lalu, seorang pakar Marketing mengatakan ada lima hal yang menyebabkan HP merupakan inovasi strategis terpenting yang akan merubah tataran sosial, politik, dan ekonomi dunia di abad ke 21 ini :
1. HP adalah perangkat media massa yang individual. Artinya meskipun penggunaannya sangat individual, namun pada saat yang sama bisa di sampaikan pesan secara massal.
2. HP merupakan perangkat yang selalu on dan embeded (melekat) dengan si pemakai selama 24 jam terus menerus dimanapun dan kapan pun.
3. HP khususnya 3 G (baca three G), memungkinkan praktis semua keperluan berkomunikasi dan berbisnis dilakukan. Mulai dari transaksi keuangan, transaksi barang dan jasa hingga perekaman audio video dan menonton tv on demand. HP juga bisa digunakan untuk perbuatan kriminal. Pemerasan, ancaman hingga bom triger.
4. HP telah menjadi lahan bisnis yang amat menjanjikan. Pulsa, vendor berbagai pelayanan jasa mulai ring-tone, audio video hingga pembelian dan penjualan perangkat HP itu sendiri.
5. HP berkembang amat cepat dalam model, type, vitur dan kapasitasnya.
Demikian besar keterlibatan HP dalam kehidupan manusia sehingga disebut sebagai ”the remote control of human life”.
Saya melihat HP sebagai bagian dari siklus peradaban manusia dari zaman ke zaman untuk memenuhi kebutuhan basis manusia – untuk saling berkomunikasi. Mengikuti pandangan Toffler tentang siklus peradaban manusia, di era tradisional – komunikasi dilakukan dengan cara tatap muka (face to face communication) paling banter lewat bantuan kentongan, bedug dan sinyal fisik. Di era industri – komunikasi dilakukan dengan bantuan perlengkapan audio dan video mekanik – analog. Di era informasi perangkat komunikasi umat manusia telah menggunakan sistim digital satellite dan fiber optic. HP terlahir di era ini.
Irving Fang, Ph.D., Guru Besar Universitas Minnesota, specializes in communication history and broadcast journalism, menyebut enam tahap revolusi Komunikasi Massa.[2]:
1) Revolusi Cara Menulis (writing): Revolusi dalam cara orang menulis dan media penulisan. Menulis diatas genteng (clay), kertas dari bahan papyrus di Mesir (300 SM) sampai dengan penemuan huruf alphabet Latin, Arab, China, Jepang, India, Thailand, Jawa, Bali, dan lain-lain.
2) Revolusi Percetakan : Diawali di zaman renaissance – penemuan alat cetak sederhana, penemuan mesin cetak oleh Guttenberg sampai dengan budaya baca buku, pendirian pusat ilmu pengetahuan, universitas, sistim pos sampai penerbitan buku.
3) Revolusi Mass Media: Lahirnya media massa, radio, film, TV, iklan di media cetak, radio, TV dan film.
4) Revolusi Entertainment: Perkembangan segmented media, buku-buku komik, novel, audio recording, film serta video recording, perkembangan perangkat audio (walkman), video, hiburan-hiburan off air.
5) Revolusi Toolshed Home: Semua kegiatan bisa dilakukan di rumah. Home Video, internet access, transaksi perbankan dan belanja barang dan jasa dari rumah.
6) The Highway Revolution : Berkembangnya jalan lintas, tol dan jalan raya, informasi lewalt fiber optic maupun satellite.
Menurut Irvin Fang, HP merupakan produk akhir dari ke-enam Revolusi ini.
Karena begitu besar pangsa pasarnya, 3 Milyar di tahun 2007 dan 4 Milyar buah di tahun 2008, bisnis perangkat keras HP mempunyai skala ekonomi yang sangat besar. Apalagi dipasar hanya ada tiga merk utama : Nokia, Ericsson dan Samsung. Nokia sudah bergabung dengan Siemens yang sebelumnya juga memproduksi HP. Sedangkan Ericsson bergabung dengan Sony - perangkat hardware electronic yang sebelumnya juga memproduksi HP. Penggabungan itu menyebabkan makin besar dana yang bisa dialokasikan untuk melakukan research and development agar konsumen semakin lama semakin dimanjakan dengan berbagai temuan baru untuk fungsi serta fitur yang makin lama makin canggih dan lengkap serta “mahal” sehingga ada berbagai kelas HP. Ada HP yang canggih dengan fitur yang lengkap, ada yang easy to use, ada HP yang merupakan bagian dari fashion yang exclusive (Vertu) namun juga ada HP “sejuta umat” (Nokia 510).
Yang belum diciptakan adalah HP yang bisa dipakai sambil mandi (berendam).
Sementara itu karena ada dua system vendor yang digunakan : CDMA dan GSM, produsen berlomba meluncurkan dual mode phone: CDMA dan GSM (Samsung SCH-W 569). Demikianlah HP sudah menjadi bagian dari perangkat yang melekat di badan seperti baju - Enggak bawa HP bagaikan berjalan diluar rumah tanpa memakai baju.
HP menjadi perangkat komunikasi serbaguna, mulai dari kalkulator, transaksi bank, pesan tiket pesawat, belanja sampai perangkat memijit kalau anda pegal-pegal.
Caranya ? Ya HP saja “Mbak Urut”. Hehehe……
Jakarta, 28 Desember 2006
Ishadi S.K.
[1] Alvin Toffler dalam bukunya “The Third Wave” (1970), membagi revolosi peradaban manusia dalam tiga gelombang. Revolusi Pertanian (4000 sm sd 1470 M), Gelombang kedua Revolusi Industri - diawali dari temuan mesin uap oleh James Watt (1970 sd 1970), dan Revolusi Informasi (1970 - ).
[2] Irving Fang, “A History of Mass Communication, Six Information Revolutions”, Newton M.A.: Focal Press,1997.
Friday, February 16, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment