Tanggal 3 Oktober 2006 yang lalu TRANS TV memperoleh kesempatan berharga mengundang Producer besar Hollywood Barry M. Osborne. Barry menjadi terkenal setelah dia sebagai producer dari trilogy film The Lord of the Ring bersama producer Peter Jackson dan Fran Walsh. Episode ke-tiga The Lord of the Ring: The Return of the King memperoleh penghargaan Oscar sebagai Best Picture tahun 2004. Barry yang kini berusia 60 tahun memproduksi film-film besar yang selalu mendapat sambutan luas dan memperoleh return keuangan yang tinggi. Produser bertangan dingin ini memproduksi film-film yang akrab dengan kita, diantaranya : Film serial tv Kojak (1973), Apocalypse Now (1979), Octopussy 007 James Bond (1983), The Child’s Play (1988), The Cotton Club (1984), Dick Tracy (1990), China Moon (1994), The Fan (1996), Face Off (1997) dengan Sutradara John Woo, The Matrix (1999).
Trilogi The Lord of The Ring bahkan dibuat back to back selama lima belas bulan dan 274 hari di New Zaeland – tempat ia tinggal sekarang. Membutuhkan set dekor, lokasi dan logistic yang luar biasa besar dengan 2000 crew dan lima lokasi yang berjauhan jaraknya. Osborne dan directorsnya menyewa lima helicopter untuk bisa bekerja di lima lokasi sekaligus dan menyewa satu transponder satelit khusus untuk mengirim pre production editing, evaluasi, teleconference dan koordinasi. Untuk semua ini Osborne harus menghabiskan dana sebanyak 5 trilyun rupiah. Namun jerih payahnya terbayar ketika film tersebut menghasilkan tujuh belas trilyun rupiah dari hasil penjualan film di ribuan bioskop di seluruh dunia belum termasuk rights untuk dvd, tv dan merchandise.
Barry mempunyai pengalaman panjang – 30 tahun bergelimang didunia film Hollywood. Ia memulai karirnya sebagai assisten sutradara dari sutradara besar seperti Francis Coppola, Allan dan Sydney Pollack dalam memproduksi film-film besar seperti The God Father II, and All The President Man.
Dimasa mudanya meskipun ia menentang perang Vietnam, ia memasuki program militer selama tiga tahun dan terlibat dalam perang Vietnam dan Korea. Pengalaman pribadinya inilah yang memberikan inspirasi ketika ia memproduksi film “Apocalypse Now”, sebuah film yang menggambarkan keganasan perang Vietnam. Pengalamannya sebagai Letnan di Angkatan Darat Amerika Serikat di Corp. Zeni memberikannya keahlian dalam logistik yang sangat dibutuhkan dalam sebuah pembuatan film besar seperti The Lord of The Ring.
Osborne datang ke Trans TV atas undangan Pak Chairul Tanjung. Dia sedang mencari partner untuk memproduksi serial documentary dengan biaya 25 juta dollar. Pak Chairul memintanya untuk membuat film bioskop yang berlokasi di Indonesia dengan sutradara John Woo dengan bintang sekelas Brad Pitt. Kalau ini terjadi akan banyak crew Indonesia yang akan dilibatkan termasuk Trans TV. Hanya semalam Osborne berada di Jakarta namun berutung bisa ”dibajak” Wishnutama hari Selasa pagi bertemu dengan Produser, Ass Producer, PA dan kreative TRANS TV. Mereka beruntung mendapat ceramah dari salah satu producer terbesar di Hollywood sekarang ini. Meskipun ia seorang producer besar Hollywood namun ia sangat humble (rendah hati) dalam menjawab pertanyaan. Dengan sabar ia menjelaskan satu persatu setiap pertanyaan yang diajukan. Ada beberapa kiat yang perlu dicermati terutama kunci dari semua sukses dari pembuatan film adalah team work. Dan team work yang baik terdiri dari talenta tingkat profesional dan attitute yang sama di lini produksi. Menjadi tugas producer untuk melakukan tugas seleksi yang baik.
1. Team work dihasilkan melalui mutual respect dari semua anggota dan komunikasi yang terbuka dan akrab sebelum dan selama masa produksi.
2. Sebuah film yang baik diawali dari cerita yang baik, kemudian script yang baik dan tentu saja bintang yang baik.
3. Kegagalan terbesar dari produksi adalah over budget, karena itu producer harus terus menerus berdiskusi dengan semua unsur untuk menekan budget sehingga produksi bisa diselesaikan tepat waktu tanpa mengurangi keinginan tuntutan sutradara untuk menghasilkan karya yang maksimal.
Ketika ditanya seorang karyawan Trans, film-film yang diproduksi selalu suskes, apakah ia bisa menyebut satu film yang gagal ? Dengan tegas ia menjawab semua film yang diproduksinya berhasil. Ini menunjukkan sekali lagi kelas dari producer besar. Ini keyakinannya bahwa ia tidak pernah gagal membuat film. Telah dibuktikan selama puluhan tahun kariernya.
TRANS TV mudah-mudahan dibawah panji Trans Corp. suatu ketika memproduksi film besar yang produksinya dipimpin oleh Barry M. Osborne, disutradari oleh John Woo, dibintangi oleh Brad Pitt dengan latar belakang Indonesia. Diedarkan oleh Sony, Warner atau Paramount.
Osborne mengatakan ia bersedia untuk membuat film seperti itu. Dia menunggu proposal outline yang baik untuk ia pelajari. Nah sebuah kesempatan emas bukan ?
Jakarta, 12 Oktober 2006.
Friday, February 16, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment