Friday, February 16, 2007

Banzaiiii

Terlalu Indah dikenangkan,
Terlalu sedih dilupakan,
Setelah lama kita berjalan………(
Koes Plus).

Hari ini seluruh ksatria baju hitam layak bersyukur dan berbahagia. Hasil jerih payah selama lima tahun, bergelut dalam keringat, kesulitan dan kesedihan, kerjakeras yang tak mengenal lelah dan waktu, akhirnya menghasilkan Trans TV mencapai posisi yang di impikan sejak lama. Mission accomplished! Share 16.2 dan revenue satu T plus plus. Sungguh fenomenal.

Pada raker Trans TV di Bandung tanggal 20 Januari tahun ini, CT dengan lantang mengatakan, saya beri target anda 875 M untuk revenue tahun ini dan Share 16. Bahkan CT mengatakan “saya yakin anda semua bisa mendapat lebih dari satu T”!!. Atiek langsung merunduk lesu. Arnie, Yonie dan AE Sales yang hadir ikut menunduk kebingungan. Semua peserta Raker ikut tunduk. Penuh tanda tanya. Tahun 2005 dengan effort habis habisan hanya terkumpul 704 M. Kalau menjadi satu T. berarti kenaikan 45 % !!. Tak mungkin, tak mungkin.

Tapi orang Trans sudah faham bahwa sekali diputuskan bagi CT tidak ada negosiasi apa lagi kompromi!. Selama dua puluh empat jam setelah itu masing masing divisi berembuk sendiri sendiri maupun bersama sama. DHS, ANW, WT,AS, AF sibuk berdiskusi dan berargumentasi, sampai pagi. Tatkala berbicara pada acara Penutupan Raker, tiba tiba saja saya tergerak untuk berteriak satu T, sambil berteriak bersama sama Banzaiiiii…...!!!.
Setelah itu Banzaiii menjadi sebutan yang paling sering diserukan. Banzaiii menjadi kata pemberi semangat untuk mencapai hal yang mustahil. Banzaiiii menjadi pemecah kebekuan dan keraguan.

Ada isyarat kecil yang terasa di hati. Bagi saya CT itu seorang visionair yang selalu dapat membuktikan bahwa apa yang dikatakan bisa dibuktikan dan menjadi kenyataan.
Hari ini saya jadi teringat sebuah diskusi singkat di Lt. 9 antara Cyril Nurhadi dan Ashis Shabo dari Price Water House Cooper - konsultan keuangan internasional – dengan BOD Trans TV, CT dan Pak Warnedy Juli 2003. Waktu itu Price Waterhouse Cooper mencoba membuat prediksi keuangan Trans TV lima tahun kedepan. Berdasarkan analisa mereka Trans TV akan memperoleh 500 M pada tahun ke lima dan satu T pada tahun ke 8. CT segera memotong dengan no!! – tidak!! Tahun 2004 harus 500 M, tahun 2005 700 M dan tahun 2006 satu T. “One Trillion ??” Kata Ashis Shabo – “Its Impossible Sir. You cannot achieve that number in that period of time”. Bisa kata CT setengah berteriak. CT kemudian menulis di papan analisisnya dengan jelas dan jernih. Kami semua setuju dengan pendapat Price Waterhouse yang sudah melakukan penelitian comprehensive diantara 10 stasiun TV yang ada. Namun kami semua terdiam, tidak berani ber agrumen – terdiam dalam keraguan.

Hari ini 15 Desember 2006, menjadi amat istimewa karena keraguan tiga tahun lalu telah dipatahkan. Dicampakan dengan keras. Karena data membuktikan dengan jelas. Mematahkan keraguan yang telah demikian lama membayang. Ternyata target satuT bisa terlampaui!!. Ternyata kalau tekad sudah bulat, kerja keras terus menerus secara spartan dan konsisten – target sebesar apapun bisa dicapai. Kerja keras – kerja keras – kerja keras. Itulah kuncinya !!. Barangkali memang harus begitu. Jangan lengah – jangan berhenti – jangan menyerah. Kita dikenal sebagai bangsa yang lembut. Soft nation – nice people. Namun culture seperti itu tidak cocok dengan persaingan yang demikian ketat . Apalagi kalau ketambahan didera semangat untuk menjadi yang terbaik. Menjadi nomer satu seperti dinyatakan dalam visi dan misi Trans TV lima tahun lalu.

Sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin. Itulah soalnya. Kelihatannya sederhana, namun disepanjang lima tahun banyak catatan yang terjaga.

Satu diantaranya adalah stretegi bisnis. Khususnya di programming – news -production – technical facility - sales and marketing – promo/pr – finace – general support – audit – collection – dan last but not least HRD. Terakhir ini amat penting peranannya dalam setiap recruitment – yang rata rata – berjumlah dua sampai tiga ratus orang setiap tahun nya. Mendidik, melatih dan mengawasi serta menjaga. Dalam hal disiplin – semangat kerja – corporate governance – etos kerja, serta skillful qualification yang setiap hari harus terus meningkat.

Tidak mudah menjadi nomer satu. Tidak mudah menjadi stasiun dengan revenue satu T. hanya tiga stasiun yang memperoleh kehormatan ini. RCTI, SCTV dan Trans TV. Namun kalau dua stasiun lainya memperoleh posisi tersebut setelah sepuluh tahun – Trans TV lebih singkat. Separuhnya!!. Ada energi luar biasa – ada strategi yang tepat guna – ada semangat yang membara – dan yang paling penting ada a very strong leadership. Dari jajaran teratas yang dijalankan dengan konsisten sampai lini terbawah.

Pada tahun 2001 – setelah masa percobaan enam bulan – share Trans TV 3.8. Setahun kemudian melonjak menjadi 13.1 dan berada di posisi ke empat diantara sebelas stasiun nasional. Setelah itu ada periode gonjang ganjing dan strategi yang miring. Tahun 2003, share menurun menjadi 12.3. Dan pada tahun 2004, menurun lagi menjadi 11.8 Dari stasiun nomor empat menjadi nomor lima bahkan nomor enam !!.
Lewat pembenahan struktur organisasi dan turun tangan CT setiap minggu terjadi rebaunch yang memberi harapan. Pada tahun 2005, share meningkat menjadi 13.7. Dan tahun ini menjadi 16.2.

Seiring dengan itu, Alhamdullilah dari sisi bisnis Trans TV tidak mengalami kesulitan. Revenue terus meningkat ditengah naik turunnya share dan rating secara tajam. Tahun 2002, setahun setelah mengudara revenue Trans TV mencapai 192.3 M. Tahun berikutnya 2003 menanjak nyaris 250 %!! Setelah itu rata rata meningkat 40 % setahun. Sebuah konsistensi kenaikan yang luar biasa buat sebuah usaha media.

Pertengahan Desember 2006 terlihat wajah kegembiraan dsemua kalangan Trans. Etape pertama telah dilalui. Tantangan berikutnya akan menghadang di depan. Trans harus menjadi nomor satu diakhir tahun depan. Tidak mudah karena banyak persaingan dan konspirasi. Persaingan bisnis yang mengabaikan etika[1]. Banyak lagi catatan catatan sepanjang tahun pertarungan 2007. Akan banyak kejutan dan peristiwa yang bermakna. Dalam istilah Dr. Rosihan Anwar “ the element of surprises”.Pada akhirnya waktu, dan sejarah yang menjadi saksi. Semoga Trans Tv siap menghadapi element of surprises di tahun 2007. Banzaiiii!!!


Jakarta, 20 Desember 2000.

Ishadi S.K.
[1] Menurut analis Politik Sukardi Rinakit: “persaingan yang tidak terkendali sering terjadi khususnya di Negara yang tidak memiliki kesadaran hukum dan etika. Semuapihak lebih menekankan kiat (pengalaman praktis) ketimbang ilmu, (pengalaman teoritis dan etika)”. (Harian Kompas, 26 Desember 2006).
Dalam konteks ini ilmu dan etika lebih dikedepankan di Era Soeharto. Ditandai dengan ketatnya regulasi serta besarnya peranan para Profesor lulusan Berkley di berbagai lini pemerintah dalam penyusunan kebijakan ekonomi makro . Sementara di Era Reformasi, khususnya di era ephuoria lebih banyak mengedepankan kiat. Sayangnya di era Soeharto, setelah tahun 1980an situasi ekonomi umumnya dirusak oleh KKN yang makin lama secara struktural makin kuat.

No comments: